Jumat, 30 Maret 2012

Management Function


Manajemen Function
Management has been described as a social process involving responsibility for economical and effective planning & regulation of operation of an enterprise in the fulfillment of given purposes. It is a dynamic process consisting of various elements and activities. These activities are different from operative functions like marketing, finance, purchase etc. Rather these activities are common to each and every manger irrespective of his level or status.
Different experts have classified functions of management. According to George & Jerry, “There are four fundamental functions of management i.e. planning, organizing, actuating and controlling”. According to Henry Fayol, “To manage is to forecast and plan, to organize, to command, & to control”. Whereas Luther Gullick has given a keyword ’POSDCORB’ where P stands for Planning, O for Organizing, S for Staffing, D for Directing, Co for Co-ordination, R for reporting & B for Budgeting. But the most widely accepted are functions of management given by KOONTZ and O’DONNEL i.e. Planning, Organizing, Staffing, Directing and Controlling.
For theoretical purposes, it may be convenient to separate the function of management but practically these functions are overlapping in nature i.e. they are highly inseparable. Each function blends into the other & each affects the performance of others.

Description: Functions of Management
  1. Planning
It is the basic function of management. It deals with chalking out a future course of action & deciding in advance the most appropriate course of actions for achievement of pre-determined goals. According to KOONTZ, “Planning is deciding in advance - what to do, when to do & how to do. It bridges the gap from where we are & where we want to be”. A plan is a future course of actions. It is an exercise in problem solving & decision making. Planning is determination of courses of action to achieve desired goals. Thus, planning is a systematic thinking about ways & means for accomplishment of pre-determined goals. Planning is necessary to ensure proper utilization of human & non-human resources. It is all pervasive, it is an intellectual activity and it also helps in avoiding confusion, uncertainties, risks, wastages etc.
  1. Organizing
It is the process of bringing together physical, financial and human resources and developing productive relationship amongst them for achievement of organizational goals. According to Henry Fayol, “To organize a business is to provide it with everything useful or its functioning i.e. raw material, tools, capital and personnel’s”. To organize a business involves determining & providing human and non-human resources to the organizational structure. Organizing as a process involves:
    • Identification of activities.
    • Classification of grouping of activities.
    • Assignment of duties.
    • Delegation of authority and creation of responsibility.
    • Coordinating authority and responsibility relationships.

3.  Staffing
It is the function of manning the organization structure and keeping it manned. Staffing has assumed greater importance in the recent years due to advancement of technology, increase in size of business, complexity of human behavior etc. The main purpose o staffing is to put right man on right job i.e. square pegs in square holes and round pegs in round holes. According to Kootz & O’Donell, “Managerial function of staffing involves manning the organization structure through proper and effective selection, appraisal & development of personnel to fill the roles designed un the structure”. Staffing involves:
    • Manpower Planning (estimating man power in terms of searching, choose the person and giving the right place).
    • Recruitment, selection & placement.
    • Training & development.
    • Remuneration.
    • Performance appraisal.
    • Promotions & transfer.

  1. Directing
It is that part of managerial function which actuates the organizational methods to work efficiently for achievement of organizational purposes. It is considered life-spark of the enterprise which sets it in motion the action of people because planning, organizing and staffing are the mere preparations for doing the work. Direction is that inert-personnel aspect of management which deals directly with influencing, guiding, supervising, motivating sub-ordinate for the achievement of organizational goals. Direction has following elements:
    • Supervision
    • Motivation
    • Leadership
    • Communication
Supervision- implies overseeing the work of subordinates by their superiors. It is the act of watching & directing work & workers.
Motivation- means inspiring, stimulating or encouraging the sub-ordinates with zeal to work. Positive, negative, monetary, non-monetary incentives may be used for this purpose.
Leadership- may be defined as a process by which manager guides and influences the work of subordinates in desired direction.
Communications- is the process of passing information, experience, opinion etc from one person to another. It is a bridge of understanding.
  1. Controlling
It implies measurement of accomplishment against the standards and correction of deviation if any to ensure achievement of organizational goals. The purpose of controlling is to ensure that everything occurs in conformities with the standards. An efficient system of control helps to predict deviations before they actually occur. According to Theo Haimann, “Controlling is the process of checking whether or not proper progress is being made towards the objectives and goals and acting if necessary, to correct any deviation”. According to Koontz & O’Donell “Controlling is the measurement & correction of performance activities of subordinates in order to make sure that the enterprise objectives and plans desired to obtain them as being accomplished”. Therefore controlling has following steps:
a.    Establishment of standard performance.
b.    Measurement of actual performance.
c.    Comparison of actual performance with the standards and finding out deviation if any.
d.    Corrective action.
Opinion:
Management is a process of planning, organizing, directing, and monitoring the efforts of the member organizations and other organizations power to get the intended purpose.
In a management we are required to be more sensitive and disciplined in doing something, which is private or with others. There are four functions of management, namely:
• Planning
• Organizing
• Briefing
• Supervision

Each of these has a function of each task that must dimliki by a manager or management. In management we also need to have certain skills.
• Technical Expertise
• Expertise in making decisions
• Expertise in processing time
• Expertise in interacting and communicating
So a manager can make us more disciplined in everything and make a management that we have more meaningful.
Source :




Kamis, 12 Januari 2012

Manusia dan Harapan


Manusia Dan Harapan

Pengertian Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.
Harapan hams berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.

Apa Sebabnya Manusia Mempunyai Harapan
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langusung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari pergaulan hidup. Ditengah – tengah manusia lain itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup.

Dorongan kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pcmbawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Misalnya menangis, bergembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan sebagainya. Setiap manusia mempunyai kemampuan untuk itu semua.
Kodrat juga terdapat pada binatang dan tumbuh-tumbuhan, karena binatang dan tumbuhan perlu makan, berkembang biak dan mati. Yang mirip dengan kodrat manusia ialah kodrat binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Perbedaan antara kedua mahluk itu, ialah bahwa manusia memiliki budi dan kehendak. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan, sebab bila orang akan memilih, ia harus mengetahui lebih dahulu barang yang dipilihnya. Dengan budinya manusia dapat mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah, dan dengan kehendaknya manusia dapat memilih. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bcrsama dengan manusia lain. Dengan kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan.


Dorongan kebutuhan hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup itu pada garis besamya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmaniah misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah. (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.
Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikimya. Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia
mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu ialah :
a) kelangsungan hidup (survival)
b) keamanan ( safety )
c) hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d) diakui lingkungan (status)
e) perwujudan cita-cita (self actualization)
Pengertian Do’a
Menurut bahasa do'a berasal dari kata "do’a" artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara' do'a berarti "Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan.

Macam-Macam Do’a :
Syeikh Abdurrahman bin Sa'diy berkata: "Setiap perintah di dalam al Qur'an dan larangan berdo'a kepada selain Allah, meliputi do'a masalah (permintaan) dan do'a ibadah.
Adapun perbedaan antara kedua macam do'a tersebut adalah:
1. Do'a masalah (permintaan) adalah: Meminta untuk diberikan manfaat dan dicegah dari kemudharatan, atau sesuatu yang sifatnya permintaan. Dan ini dibagi menjadi tiga:
A.    Permintaan yang ditujukan kepada Allah semata dan ini (termasuk tauhid dan berpahala. -red. vbaitullah)
B.     Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah, padahal dia tidak mampu memenuhi dan memberikan permintaannya. Seperti meminta kepada kuburan, pohon-pohon besar atau tempat-tempat keramat. Dan ini termasuk syirik dan dosa besar.
C.     Permintaan yang ditujukan kepada selain Allah pada hal-hal yang bisa dipenuhi dan bisa dilakukan, seperti meminta prang lain, yang masih hidup untuk memindahkan atau membawakan barangnya dan ini hukumnya boleh.
2. Do'a Ibadah maksudnya Semua bentuk ibadah atau ketaatan yang diberikan kepada Allah balk lahiriah maupun batiniah, karena pada hakikatnya semua bentuk ibadah misalnya shalat, puasa, Haji dan sebagainya, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan ridha Allah dan dijauhkan dari azab-Nya.

Kepercayaan                              
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan.
Kepercayaan dan Usaha Untuk Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :

1. Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha Esa Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.

2. Kepercayaan kepada orang lain percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu percaya ternadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karna ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu hams dipenuhi, meskipun janji itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.

3. Kepercayaan kepada pemerintah berdasarkan pandangan teokratis menurut etika, filsafat tingkah laku karya Prof.Ir, Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan)
Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara. Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara, negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karena itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada negara/pemerintah.

4. Kepercayaan kepada Tuhan kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tetapi diciptakan oleh Tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaan itu amat penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia dengan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak mempunyai kepercayaan kepada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kepada Tuhan, sebab Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan
konsekuensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kepada zat tersebut.
Opini : harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan mempunyai harapan manusia akan mempunyai semangat untuk hidupnya dimasa depan atau masa yang akan datang. Manusia mempunyai harapan itu adalah manusiawi, setipa manusia pasti memiliki harapan yang berbeda. Tidak dengan berharap saja tapi juga harus diseimbangkan dengan doa dan niat untuk mencapai masa depan tersebut agar tercapai. Suatu kepercayaan dapat timbul didalam diri manusia dengan berbeda, tetapi pastiu memiliki tujuan akhir yang sama yaitu mendapatkan kebaikan.
Referensi : www.google.com

Manusia dan Kegelisahan


Manusia dan kegelisahan

Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah, yang berarti tidak tenteram hatinya, selalu merasa khawatir, tidak tenang, tidak sabar, cemas. Sehingga kegelisahan adalah hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, merasa kawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau gerak gerik seseorang dalam situasi tertentu. Gejala tingkah laku atau gerak-gerik itu umumnya lain dari biasanya, misalnya :

×      berjalan mundar-mandir dalam ruang tertentu sambil menundukkan kepala
×      memandang jauh ke depan sambil mengepal-ngepalkan tangannya
×      duduk termenung sambil memegang kepala
×      duduk dengan wajah murung atau tidak bersemangat
×      malas bicara, dan lain-lain.

Kegelisahan adalah salah satu bentuk dari kecemasan, kekhawatiran ataupun ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi, yang secara definisi dapat disebutkan, behwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tecapai.


Sebab-sebab orang gelisah
Apabila kita kaji sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam. Adapun hal lain penyebab orang gelisah diantaranya:
*      Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
*      Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
*      Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
*      Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )


Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini pertama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, sehingga segala kesulitan dapat kita atasi.
Contoh:
Dokter yang menghadapi istri dan anaknya yang sedang sakit, justru tidak dapat merasa tenang, karena ada ancaman terhadap haknya. Dokter tidak dapat berbuat apa-apa bila menghadapi keluarganya yang sakit, karena ia merasa khawatir. Dalam hal ini dokter itu harus bersikap seperti menghadapi pasien yang bukan keluarganya.


Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing, dan kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain, atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti ”hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah dari yang lain.”
Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang ada pada diri seseorang, sehingga is tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam masyarakat.


Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pemah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia, lama rasa sepi itu bergantung kepada mental orang dan kasus penyebabnya.
Sebab-sebab terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya kespian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.


Contoh:
Pangeran Sidharta, putra raja Kapilawastu, meninggalkan istana, tempat kemewahan, keramaian, dan ketidakpastian. Karena frustasi menyaksikan kontradiksi keadaan istana dengan keadaan luar istana yang penuh penderitaan, maka ia meninggalkan istana pergi ke tempat yang sepi, mencari hakekat hidup.


Ketidakpastian
Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Ketidakpastian tentang lulus atau tidak dalam ujian sarjana yang sudah lama ditunggu-tunggu membuat orang gelisah. lulus atau tidak lulus ujian sarjana akan menentukan status atau karir seseorang dalam hidupnya. Ketidakpastian ini akan merugikan, karena status dari karir itu terancam. Karena ketidakpastian itu status yang telah ditetapkan oleh atasan menjadi hilang, berhubung ada orang lain yang lebih dulu memenuhinya.


Usaha-Usaha Mengatasi Ketidakpastian
Ada suatu cara yang mungkin baik untuk digunakan dalam mengatasi kecemasan antara lain dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi) akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi, mengapa hal itu terjadi, apa penyebabnya dan sebagainya.apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat mengatasinya,kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya,karena tidak semua pengalama di dunia ini menyenangkan.
Kedua, kita bersedia menerima akibatnya dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita.
Ketiga, dengan bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
Ada suatu cara paling ampuh dalam menghadapi segala situasi dan kondisi yang bagaimanapun termasuk kecemasan ini yaitu kita berdoa kepada tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas,sehingga ia mau mengabulkan permohonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadanya.
Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari, kegelisahan juga diartikan kecemasan, kekhawatiran, ketakutan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berkaitan juga dengan masalah frustasi yang secara definisi dapat disebutkan, bahwa seseorang mengalami frustasi karena apa yang diinginkan tidak tercapai.

Opini : Sebelumnya mohon maaf kepada penulis yang tulisanya saya ambil dan ada banyak yang saya tambahkan maupun kurangi apabila dalam tulisan saya ada yang kurang berkenan, Menurut saya Kegelisahan ialah suatu bentuk dari kecemasan, kekhawatiran  dari  ketakutan yang kita alami atau rasakan. Masalah kecemasan atau kegelisahan berhubungan juga dengan masalah frustasi. Banyak maslah yang bisa membuat seseorang menjadi gelisah, dari masalah pribadi, kantor maupun keluarga. Hal tersebut bisa membuat seseorang menjadi kesepian dan tidak memiliki siapa-siapa walaupun banyak teman maupun keluarga yang peduli terhadapnya. Usaha-usaha dalam mengatasi ketidakpastian yang berhubungan dengan kegelisahan itu banyak sekali, tergantung dari niat dan usaha yang ingin kita lakukan pasti ketidakpastian itu akan menghilang dengan sendirinya.

Referensi : www.google.com
http://oddy32.wordpress.com/2010/04/12/manusia-dan-kegelisahan/